Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

 
Mie Gacoan Blitar - DokPri
Dunia per-mie-an pedas memang gak ada matinya. Setelah ada mie djoedes, mie mendes dan mie-mie lainnya kali ini ada pendatang baru di Blitar yaitu mie gacoan. Ikut menyemarakan dunia per-mie pedas di Blitar sejak Maret 2018. Penantang yang satu ini wajib kita perhatikan karena selain sudah mempunyai banyak cabang juga mempunyai konsep tempat yang asyik, anak muda banget!

Antrian di Mie Gacoan Blitar - DokPri
Konsep tempat bernuansa industrial dan menyediakan aneka permainan seperti uno stacko membuatku takjub, gimana gak takjub dari beberapa tempat makan yang mengandalkan mie pedas sebagai menu utamanya, masih mie gacoan yang nge-design tempatnya niat banget. Kita juga perlu apresiasi meskipun design tempatnya fancy, harganya masih dalam ranah aman karena terjangkau, 10rb/porsi. 

Suasana di lantai atas Mie Gacoan Blitar - DokPri
 Soal ke-orisinilan penamaan menu, sudah lah sepertinya sudah tau jawabannya lagian kenapa kita ‘mempergunjingkannya’ bukannya sudah banyak tempat makan serupa yang seperti itu. Mari kita bicarakan soal rasa, menurutku not bad lah. Sebagai pelanggan setia Kober Mie Setan Suhat, aku bisa bilang ini selevel bisa bersaing soal rasa dan harga. Kalau soal pelayanan, kayaknya masih perlu belajar, kenapa? Waktu tunggu pesanannya terlalu lama, baik untuk pesan minuman, aneka dimsum atau sajian utamanya. Aku membandingkannya ketika sama-sama peak order ya antara kober mie setan dengan mie gacoan. 

Pangsit isi ayam - DokPri 

 
Udang rambutan - DokPri

Ketika nulis ini, sebenarnya mie gacoan udah buka cabang di Malang tetapi aku belum sempat coba, mungkin nanti kalau udah coba tulisan ini mau aku update karena mau membandingkan mie gacoan Blitar dan Malang. 

Minuman kita - DokPri

Porsinya lumayan - DokPri
 
Menu utama kita - DokPri



Sweet Pea Cafe Blitar (tampak depan) - DokPri

“Makan yuuks”

“Kemana?”

“Cobain tempat baru”

“Yaudah ayo”

Tanpa ekspetasi dan tidak tau apa-apa, akhirnya aku diajak teman ke sweet pea café yang beralamat di Jln Veteran No 14, Kota Blitar. Ketika sampai di lokasi, hal pertama yang aku kagumi adalah design bangunan yang khas bangunan jaman Belanda. Usut punya usut, setelah baca beberapa blog ternyata bangunan ini dulunya adalah bekas rumah sakit Aminah yang sudah tidak terpakai. Eeiitss, jangan parno dulu karena kesan seram dari bangunan ini sudah tidak ada lagi, yang ada malah kesan romantis.

Sweet Pea Cafe (tampak dari dalam) - DokPri

Café ini perpaduan antara vintage dan garden. Gaya vintage terlihat jelas dari model bangunan yang memang bangunan lama dan ornamen yang digunakan pada perabotan, sedangkan gaya kebun atau garden terlihat ketika kita ke bagian outdoor yang terdapat banyak bunga dan center of point nya tentu replika sangkar burung besar yang sengaja diletakkan ditengah-tengah.

Replika Sangkar Burung - DokPri
Oke, berlanjut ngomongin menu makanannya. Waktu itu karena agendanya curhat, kami sengaja gak memesan makanan berat. Kami waktu itu (29 April 2018) memesan strawberry milkshake, chocolate milkshake, onion ring tempura dan gyoza. Gyoza itu apa? Biar foto menu saja yang berbicara, hehe 

Menu Sweet Pea - DokPri 





 
Menu Sweet Pea - DokPri
Dari semua menu yang aku pesan, favoritku adalah onion ring, terlepas karena aku penggemar berat onion ring tetapi onion ring disini memang enak, crispy. Rasa milkshake yang dibanderol Rp 19.000/gelas menurutku B aja, kecuali gula yang ada diatasnya memang aesthetic untuk difoto. Masalah harga, eemmm ini mahal untuk ukuran pendapatan rata-rata orang Blitar. Jadi ada beberapa kemungkinan orang kesini, karena penasaran, numpang eksis dengan foto-foto dan memang niat makan. Kalian kelompok yang mana? 

Menu yg aku pesan - DokPri
Strawberry dan Chocolate Milkshake - DokPri

 
Onion ring - DokPri
 
Gyoza - DokPri
Terlepas dari itu semua, dengan adanya sweet pea café kita warga Blitar patut bersyukur karena artinya semakin banyak pilihan tempat nongkrong. Beberapa hal yang aku suka dari sweet pea café adalah tempar parkir luas, pelayan ramah, wifi kencang dan design café yang enak banget buat nongkrong. Eh tempatnya juga bersih banget lho.

Bagian Outdoor Sweet Pea Cafe - DokPri 


Meja bercorak vintage - DokPri 

 
Menuju bangunan utama - DokPri
Sayang, aku ke sweet pea siang hari padahal konon katanya kalau malem, suasana café ini semakin romantis apalagi ada spot untuk live music. Dengan konsep café sebagus ini, tentu banyak spot foto instagramable tapi aku justru gak banyak foto untuk blog disini karena malu, pengunjung sedang banyak dan mau foto-foto dilihatin terus, haha. 

Spot foto instagramable - DokPri    

 
Banyak juga yg foto disini - DokPri      

DokPri

Kalau di Surabaya sentra penjual rujak buah ada di Jalan Polisi Istimewa, di Malang ada di Jalan Langsep dekat SMA Santa Maria. Meskipun di Jalan Langsep terdapat banyak penjual rujak buah tetapi yang tetap jadi primadonanya adalah rujak buah ananas (Pak Bejo). Rujak buah ananas memang sudah melegenda bahkan  ketika aku masih tinggal di Surabaya, tak jarang temen-temanku ke Malang hanya untuk makan rujak buah ini. Sebegitu istimewa kah rujak ini sampai ada yang sebegitu perjuangannya? 

Rujak buah ananas - DokPri

Sesuai dengan namanya, lokasi berjualan Pak Bejo berada di jalan ananas, tempatnya persis di bawah plang nama jalan ananas karena itu rujak buah ini lebih terkenal dengan sebutan rujak buah ananas. Jalan ananas sendiri merupakan jalan masuk ke perumahan, masuknya dari jalan raya langsep, untuk lokasi detailnya bisa search di google maps “Rujak Manis Ananas Pak Bejo”. Meskipun di Jalan Langsep sendiri sudah banyak yang berjualan rujak buah dan harganya lebih murah tetap saja kebanyakan orang tetap mencari rujak buah ananas Pak Bejo. Memang ya, soal rasa kita susah berkompromi.


DokPri
Harga yang dibanderol untuk sepiring rujak buah berisi nanas, bengkoang, tahu goreng, belimbing, mangga dan timun yang dipotong dengan ukuran besar seharga Rp 20.000. Cukup mahal memang untuk ukuran rujak buah tetapi yaudahlah ya kan gak tiap hari kita makan rujak buah dan rasa yang ditawarkan memang sepadan dengan uang yang kita keluarkan.

 
DokPri
Apa sih daya tarik utama dari rujak buah ananas? tentu saja bumbu kacangnya yang manisnya pas dan punya ke-khasan sendiri yaitu ditaburi dengan bawang goreng yang banyak. Aroma kacangnya juga begitu kuat jadi makin bersemangat mencocol buah dengan bumbu rujaknya. Oya, kalau difoto rujaknya kelihatan sedikit tapi sebenarnya itu banyak lho, bisa buat berdua dan dua-duanya bakalan kenyang sungguhan :D 

DokPri

Pak Bejo memang gak pelit kasih bumbu rujaknya, sepiring penuh jadi sayang kalau gak abis tapi mau dipaksakan udah beneran kenyang, mau dibungkus sisa bumbunya aja kok malu mengingat Pak Bejo juga jualan bumbu rujak dalam kemasan botol seharga Rp 30.000, dilema memang :D 

Rujak dalam kemasan - DokPri

Rujak ananas Pak Bejo memang hanya lapak kecil kaki lima, tempat duduknya pun terbatas tapi pengunjung yang datang gak pernah sepi dan banyak yang bawa mobil sehingga disini ada jukirnya. Karena tempat duduknya terbatas dan jumlah pengunjungnya gak pernah sepi kalau makan rujak buah ditempat harus cepet-cepet ya, kasihan yang menunggu giliran makan. 

Pak Bejo sibuk melayani pembeli - DokPri
Kabar baiknya rujak ananas ini sudah bisa dipesan via gojek dan bagi yang jauh dan nyidam pengen beli bumbu rujak manis ananas bisa jastip ke aku, DM via IG ya :)  

DokPri
Kesimpulannya rujak buah ananas memang enak, bumbu kacangnya khas dengan taburan bawang goreng diatasnya serta potongan buah segar yang dikupas bersih dan dipotong dengan ukuran besar. Selain rujak buah, disini juga ada  burger tahu yang juga bikin ketagihan. Burger tahu adalah tahu yang dipotong tengahnya lalu diberi bumbu rujak dan bawang goreng. Saat makan rujak buah, jangan lupa beli kerupuk sebagai langkah antisipasi kalau bumbu rujaknya gak abis bisa dicocol dengan kerupuk. Satu lagi, Pak Bejo selaku penjualnya juga ramah dan humoris kepada setiap pembeli.