Pengalaman Menginap : Quest Hotel Surabaya

/ 4:11 AM





Sebenarnya gak ada rencana sama sekali buat staycation, tetapi karena lebaran dan tidak kemana-mana bahkan tidak pulang kampung gara-gara pandemi akhirnya terbesit keinginan buat nginep dihotel untuk menghibur diri sendiri. Jadi ini random banget sebenarnya, check-in hotel hari pertama lebaran (24-5-2020) padahal baru pesan hotel dan bayar jam 11 siang dihari yang sama, haha.


Aku melakukan pemesanan hotel melalui Agoda, menurutku (dan memang aku survey) harga yang ditawarkan Agoda lebih murah daripada OTA lainnya. Sebenarnya sejak nangis dipagi hari ketika vcall keluarga dan denger takbir tapi gak bisa sholat ied, aku udah mulai sortir hotel baik berdasarkan range harga, ketersediaan kamar, fasilitas, lokasi dan rating (aku ribet banget ya, haha) tapi belum nemu yang pas. Dan setelah berkali-kali scroll pilah pilih hotel aku akhirnya memutuskan buat nginep di Quest Hotel Surabaya. Pertimbanganku waktu itu, karena lokasinya di Darmo dan aku berencana lari pagi ke Taman Bungkul meskipun pada akhirnya hal tersebut hanya sebatas wacana.


Aku check-in pukul 15.00 WIB tetapi ketika aku udah di receptionist, receptionist bilang suruh nunggu sebentar, double check kamar katanya. Feelingku sih mungkin karena kamar belum siap. Aku nunggu cukup lama, baru sekitar pukul 15.30 WIB aku bisa masuk ke kamar. Aku bisa maklum sih, mungkin karena aku melakukan pemesanan hotelnya terlalu mepet (jam 11 siang baru bayar via Agoda) dan saat itu hotel memang sedang full, aku juga gak akan komplain berlebih karena lobby hotel cukup nyaman untuk menunggu.


                                                            DokPri - Lobby Quest Hotel Surabaya 

Quest Hotel Surabaya berlokasi di Jalan Ronggolawe No 27 – 29, Surabaya. Meskipun tidak terletak di jalan utama, menurutku lokasinya masih cukup strategis, masih di kawasan tengah kota Surabaya (Jalan Darmo). Hotel ini dibangun pada 2014, memiliki 135 kamar dan 12 lantai, masih terhitung hotel baru dengan gaya arsitektur modern.


                                                DokPri - View malam hari dari Quest Hotel Surabaya



                                        DokPri  - Another view from Quest Hotel Surabaya 


Waktu itu aku memilih tipe kamar Superior dengan harga Rp 257.969, ketika memasuki kamar aku sempat terkejut karena dengan harga tersebut aku sudah mendapatkan lantai kamar pallet dan kamar yg cukup luas. Kulkas mini, safety box, water heater dan hair dryer sudah tersedia dikamar. Kalau biasanya ada 2 botol air mineral disetiap kamar, dihotel ini tidak tersedia tapi kalian tenang aja karena pihak hotel menyediakan air gallon disetiap lorong jadi kalian bisa refill air minum sepuasnya, menurutku lebih baik seperti ini karena bisa mengurangi sampah plastik dan tentunya bagi tamu hal ini akan jauh lebih hemat karena 2 botol air mineral pasti tidak akan cukup untuk minum walau cuma menginap satu malam, haha. Channel TV yg tersedia juga banyak dengan kualitas gambar yg bagus, wifi lancar selama 24 jam serta staf sangat ramah, pernah ketemu cleaning service ketika akan naik lift, aku kira mereka akan cuek (karena ada beberapa hotel tempatku menginap yg staff nya begitu) eh ternyata mereka menyapa dengan ramah. Kasur empuk, sprei bersih dan ada handuk yg dibentuk menyerupai bunga yg diletakkan diatas kasur, aku berasa sedang honeymoon padahal nginep sendiri haha. Kamarnya cukup kedap suara, menggunakan AC central sehingga kalau mau setting suhu harus berdiri dulu tapi gapapa lah yaa.  















Cuma ada beberapa hal yg menurutku sedikit aneh dihotel ini yaitu kolam renang dan tempat fitness hanya bisa digunakan ketika weekend itu pun ada jam nya, yaitu jam 07.00 – 17.00 wib. Aku kira fasilitas hotel tersebut bisa digunakan setiap saat kecuali kalau area pool sedang disewa untuk acara private. Meskipun begitu, ketika itu hari senin dan aku iseng cek ternyata banyak orang juga yg sedang renang meskipun setelah itu akses lift untuk ke kolam renang dan tempat fitness dimatikan. Saya lupa ada dilantai berapa kolam renangnya, yg jelas dilantai atas dan karena disitu banyak hotel juga, kita bisa lihat beberapa hotel disekitar Quest hotel, lumayan lah pemandangannya. Oya, kolam renang ini sebelahan sama tempat fitness dan outdoor mini bar. Cuma ketika itu, mini bar sedang tutup. Kebersihan kolam renangnya cukup bagus, tersedia pelampung juga. Seperti pada umumnya, kolam renang terbagi menjadi 2 yaitu kolam renang dangkal untuk anak-anak dan kolam renang dalam untuk orang dewasa.




Untuk hotel bintang 3 dengan range harga 200rb++, Quest hotel bisa menjadi salah satu alternatif tempat menginap yang cukup nyaman,dengan fasilitas lengkap dan lokasi strategis yg memudahkan mobilitas. Aku belum bisa review breakfastnya karena waktu itu pesan tanpa sarapan, next time kalau nginep lagi disitu mungkin akan aku update. Emang ada rencana nginep lagi disitu? Yaaa, aku jawab tentu saja iya karena Quest hotel adalah salah satu hotel favoritku untuk menginap meskipun aku tidak suka warna ungu (logo Quest hotel berwarna ungu, banyak ornament yg bewarna ungu) I’m just kidding, haha.


Disclaimer : Semua yg saya tulis adalah asumsi pribadi saya.





Sebenarnya gak ada rencana sama sekali buat staycation, tetapi karena lebaran dan tidak kemana-mana bahkan tidak pulang kampung gara-gara pandemi akhirnya terbesit keinginan buat nginep dihotel untuk menghibur diri sendiri. Jadi ini random banget sebenarnya, check-in hotel hari pertama lebaran (24-5-2020) padahal baru pesan hotel dan bayar jam 11 siang dihari yang sama, haha.


Aku melakukan pemesanan hotel melalui Agoda, menurutku (dan memang aku survey) harga yang ditawarkan Agoda lebih murah daripada OTA lainnya. Sebenarnya sejak nangis dipagi hari ketika vcall keluarga dan denger takbir tapi gak bisa sholat ied, aku udah mulai sortir hotel baik berdasarkan range harga, ketersediaan kamar, fasilitas, lokasi dan rating (aku ribet banget ya, haha) tapi belum nemu yang pas. Dan setelah berkali-kali scroll pilah pilih hotel aku akhirnya memutuskan buat nginep di Quest Hotel Surabaya. Pertimbanganku waktu itu, karena lokasinya di Darmo dan aku berencana lari pagi ke Taman Bungkul meskipun pada akhirnya hal tersebut hanya sebatas wacana.


Aku check-in pukul 15.00 WIB tetapi ketika aku udah di receptionist, receptionist bilang suruh nunggu sebentar, double check kamar katanya. Feelingku sih mungkin karena kamar belum siap. Aku nunggu cukup lama, baru sekitar pukul 15.30 WIB aku bisa masuk ke kamar. Aku bisa maklum sih, mungkin karena aku melakukan pemesanan hotelnya terlalu mepet (jam 11 siang baru bayar via Agoda) dan saat itu hotel memang sedang full, aku juga gak akan komplain berlebih karena lobby hotel cukup nyaman untuk menunggu.


                                                            DokPri - Lobby Quest Hotel Surabaya 

Quest Hotel Surabaya berlokasi di Jalan Ronggolawe No 27 – 29, Surabaya. Meskipun tidak terletak di jalan utama, menurutku lokasinya masih cukup strategis, masih di kawasan tengah kota Surabaya (Jalan Darmo). Hotel ini dibangun pada 2014, memiliki 135 kamar dan 12 lantai, masih terhitung hotel baru dengan gaya arsitektur modern.


                                                DokPri - View malam hari dari Quest Hotel Surabaya



                                        DokPri  - Another view from Quest Hotel Surabaya 


Waktu itu aku memilih tipe kamar Superior dengan harga Rp 257.969, ketika memasuki kamar aku sempat terkejut karena dengan harga tersebut aku sudah mendapatkan lantai kamar pallet dan kamar yg cukup luas. Kulkas mini, safety box, water heater dan hair dryer sudah tersedia dikamar. Kalau biasanya ada 2 botol air mineral disetiap kamar, dihotel ini tidak tersedia tapi kalian tenang aja karena pihak hotel menyediakan air gallon disetiap lorong jadi kalian bisa refill air minum sepuasnya, menurutku lebih baik seperti ini karena bisa mengurangi sampah plastik dan tentunya bagi tamu hal ini akan jauh lebih hemat karena 2 botol air mineral pasti tidak akan cukup untuk minum walau cuma menginap satu malam, haha. Channel TV yg tersedia juga banyak dengan kualitas gambar yg bagus, wifi lancar selama 24 jam serta staf sangat ramah, pernah ketemu cleaning service ketika akan naik lift, aku kira mereka akan cuek (karena ada beberapa hotel tempatku menginap yg staff nya begitu) eh ternyata mereka menyapa dengan ramah. Kasur empuk, sprei bersih dan ada handuk yg dibentuk menyerupai bunga yg diletakkan diatas kasur, aku berasa sedang honeymoon padahal nginep sendiri haha. Kamarnya cukup kedap suara, menggunakan AC central sehingga kalau mau setting suhu harus berdiri dulu tapi gapapa lah yaa.  















Cuma ada beberapa hal yg menurutku sedikit aneh dihotel ini yaitu kolam renang dan tempat fitness hanya bisa digunakan ketika weekend itu pun ada jam nya, yaitu jam 07.00 – 17.00 wib. Aku kira fasilitas hotel tersebut bisa digunakan setiap saat kecuali kalau area pool sedang disewa untuk acara private. Meskipun begitu, ketika itu hari senin dan aku iseng cek ternyata banyak orang juga yg sedang renang meskipun setelah itu akses lift untuk ke kolam renang dan tempat fitness dimatikan. Saya lupa ada dilantai berapa kolam renangnya, yg jelas dilantai atas dan karena disitu banyak hotel juga, kita bisa lihat beberapa hotel disekitar Quest hotel, lumayan lah pemandangannya. Oya, kolam renang ini sebelahan sama tempat fitness dan outdoor mini bar. Cuma ketika itu, mini bar sedang tutup. Kebersihan kolam renangnya cukup bagus, tersedia pelampung juga. Seperti pada umumnya, kolam renang terbagi menjadi 2 yaitu kolam renang dangkal untuk anak-anak dan kolam renang dalam untuk orang dewasa.




Untuk hotel bintang 3 dengan range harga 200rb++, Quest hotel bisa menjadi salah satu alternatif tempat menginap yang cukup nyaman,dengan fasilitas lengkap dan lokasi strategis yg memudahkan mobilitas. Aku belum bisa review breakfastnya karena waktu itu pesan tanpa sarapan, next time kalau nginep lagi disitu mungkin akan aku update. Emang ada rencana nginep lagi disitu? Yaaa, aku jawab tentu saja iya karena Quest hotel adalah salah satu hotel favoritku untuk menginap meskipun aku tidak suka warna ungu (logo Quest hotel berwarna ungu, banyak ornament yg bewarna ungu) I’m just kidding, haha.


Disclaimer : Semua yg saya tulis adalah asumsi pribadi saya.

Continue Reading

 
Mie Gacoan Blitar - DokPri
Dunia per-mie-an pedas memang gak ada matinya. Setelah ada mie djoedes, mie mendes dan mie-mie lainnya kali ini ada pendatang baru di Blitar yaitu mie gacoan. Ikut menyemarakan dunia per-mie pedas di Blitar sejak Maret 2018. Penantang yang satu ini wajib kita perhatikan karena selain sudah mempunyai banyak cabang juga mempunyai konsep tempat yang asyik, anak muda banget!

Antrian di Mie Gacoan Blitar - DokPri
Konsep tempat bernuansa industrial dan menyediakan aneka permainan seperti uno stacko membuatku takjub, gimana gak takjub dari beberapa tempat makan yang mengandalkan mie pedas sebagai menu utamanya, masih mie gacoan yang nge-design tempatnya niat banget. Kita juga perlu apresiasi meskipun design tempatnya fancy, harganya masih dalam ranah aman karena terjangkau, 10rb/porsi. 

Suasana di lantai atas Mie Gacoan Blitar - DokPri
 Soal ke-orisinilan penamaan menu, sudah lah sepertinya sudah tau jawabannya lagian kenapa kita ‘mempergunjingkannya’ bukannya sudah banyak tempat makan serupa yang seperti itu. Mari kita bicarakan soal rasa, menurutku not bad lah. Sebagai pelanggan setia Kober Mie Setan Suhat, aku bisa bilang ini selevel bisa bersaing soal rasa dan harga. Kalau soal pelayanan, kayaknya masih perlu belajar, kenapa? Waktu tunggu pesanannya terlalu lama, baik untuk pesan minuman, aneka dimsum atau sajian utamanya. Aku membandingkannya ketika sama-sama peak order ya antara kober mie setan dengan mie gacoan. 

Pangsit isi ayam - DokPri 

 
Udang rambutan - DokPri

Ketika nulis ini, sebenarnya mie gacoan udah buka cabang di Malang tetapi aku belum sempat coba, mungkin nanti kalau udah coba tulisan ini mau aku update karena mau membandingkan mie gacoan Blitar dan Malang. 

Minuman kita - DokPri

Porsinya lumayan - DokPri
 
Menu utama kita - DokPri

credit to bone.go.id



“ngeblog nya nanti aja kalau udah bisa photoshop jadi tampilan blog nya bisa artsy

“gak jago editing, malu mau ngeblog”

“tulisan masih ecek-ecek, gak pantes punya blog”

“paling kalau aku punya blog juga gak bakalan ada yg baca”

“aku gak pinter nulis yang ada nanti diketawain”

“suka sih ngeblog tapi bingung mau nulis apaan”

“aah gak pinter masalah pemrogaman”

“suka nulis sih tapi gak bisa maenan blog”

Dan masih banyak lagi alasan yang membuat kita gak take action.

Aku pernah di fase itu tapi kemudian tersadar “kenapa sih gak mulai dulu aja, kenapa kita terlalu banyak alasan, kenapa kita underestimate pada diri sendiri”. As you know, blog ku sangat sangat sederhana dari semua aspek mulai dari design, tulisan dan pembahasan tapi kenapa aku tetep pede ngeblog? Aku percaya kesempurnaan itu mustahil tetapi untuk menuju sempurna itu bisa diusahakan, usahanya ya harus coba terus dan terus, harus mulai dulu aja.

Kalau mau flashback, gaya tulisanku dari awal ngeblog (yang serius) pasti udah berkembang, udah konsisten juga dengan target 1 tulisan tiap minggu. Jelek dulu gak apa-apa, nanti juga bagus. Untuk menjadi bagus (dalam hal ngeblog) selain bakat kan ada faktor latihan, latihannya ya nulis terus dan terus. Btw, yang bilang tulisanku berkembang siapa? Ya penilaianku sendiri sih, narsis!

Motivasi ku awal ngeblog supaya punya buku catatan digital dan “legacy”. Kata peribahasa gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Gak ada niat buat adsense bahkan gak tau apa itu adsense sebelumnya tapi seiring berjalannya waktu, blog walking jadi tau deh dan Alhamdulillah blog ini sudah adsense approval. Uang itu bonus ya kawan dan biar lebih semangat nulisnya. Dan satu pembuktian juga kan, dari yang gak ngerti apa-apa asal mulai dulu aja dan mau belajar jadi paham J

Kalau kalian kira buat ngeblog harus punya device yang waah, I tell you kalau aku cuma pakai laptop jadul dan kamera hp untuk dokumentasi. Device itu nomor kesekian, yang penting niat, mulai dulu aja dan konsisten.

Sebelum aku nulis, biasanya aku bikin draft poin – poin apa yang mau aku share tapi itu agak jarang sih, biasanya nulis ngalir gitu aja. Seringnya aku baca artikel yang relate dengan apa yang mau aku tulis, bukan untuk plagiat tapi lebih cari referensi tambahan informasi sekaligus cek ke-validtan info dan mengembangkan hobi baca juga, hehe.
Pernah gak sih kalian googling, misal “harga menu di café x” dan menemukan blog atau artikel yang sangat membantu. Pastinya sering dong. Nah aku pengen juga begitu, apa yang aku tulis bisa membantu bagi yang sedang mencari referensi info, membantu dapat pahala kan? J

Ngomong-ngomong soal kekurangan dalam blogku, banyak bangeettt lah ya kalau mau disebutin satu per satu mungkin bisa jadi banyak halaman tapi justru itu yang membuat aku termotivasi dengan terus belajar untuk memperbaiki. Contoh sederhananya, supaya caption difoto yang di highlight gak bertuliskan “xnnxneded” itu sedang on process aku perbaiki. Terkadang keterbatasan waktu atau mungkin males ya, untuk memperbaiki dan upgrade pengetahuan teknis menganai blog itu sangat susah dilakukan.

Sekian dulu “my thought”. Semoga kalian termotivasi untuk terus dan tetap menulis, berbagi informasi dan pemikiran positif.

Malang, 17 Agustus 2018
Caraku merayakan dan memaknai kemerdekaan dengan terus menulis dan gak banyak cari alasan ketidakmampuan serta kemalasan, mulai dulu aja!



Sweet Pea Cafe Blitar (tampak depan) - DokPri

“Makan yuuks”

“Kemana?”

“Cobain tempat baru”

“Yaudah ayo”

Tanpa ekspetasi dan tidak tau apa-apa, akhirnya aku diajak teman ke sweet pea café yang beralamat di Jln Veteran No 14, Kota Blitar. Ketika sampai di lokasi, hal pertama yang aku kagumi adalah design bangunan yang khas bangunan jaman Belanda. Usut punya usut, setelah baca beberapa blog ternyata bangunan ini dulunya adalah bekas rumah sakit Aminah yang sudah tidak terpakai. Eeiitss, jangan parno dulu karena kesan seram dari bangunan ini sudah tidak ada lagi, yang ada malah kesan romantis.

Sweet Pea Cafe (tampak dari dalam) - DokPri

Café ini perpaduan antara vintage dan garden. Gaya vintage terlihat jelas dari model bangunan yang memang bangunan lama dan ornamen yang digunakan pada perabotan, sedangkan gaya kebun atau garden terlihat ketika kita ke bagian outdoor yang terdapat banyak bunga dan center of point nya tentu replika sangkar burung besar yang sengaja diletakkan ditengah-tengah.

Replika Sangkar Burung - DokPri
Oke, berlanjut ngomongin menu makanannya. Waktu itu karena agendanya curhat, kami sengaja gak memesan makanan berat. Kami waktu itu (29 April 2018) memesan strawberry milkshake, chocolate milkshake, onion ring tempura dan gyoza. Gyoza itu apa? Biar foto menu saja yang berbicara, hehe 

Menu Sweet Pea - DokPri 





 
Menu Sweet Pea - DokPri
Dari semua menu yang aku pesan, favoritku adalah onion ring, terlepas karena aku penggemar berat onion ring tetapi onion ring disini memang enak, crispy. Rasa milkshake yang dibanderol Rp 19.000/gelas menurutku B aja, kecuali gula yang ada diatasnya memang aesthetic untuk difoto. Masalah harga, eemmm ini mahal untuk ukuran pendapatan rata-rata orang Blitar. Jadi ada beberapa kemungkinan orang kesini, karena penasaran, numpang eksis dengan foto-foto dan memang niat makan. Kalian kelompok yang mana? 

Menu yg aku pesan - DokPri
Strawberry dan Chocolate Milkshake - DokPri

 
Onion ring - DokPri
 
Gyoza - DokPri
Terlepas dari itu semua, dengan adanya sweet pea café kita warga Blitar patut bersyukur karena artinya semakin banyak pilihan tempat nongkrong. Beberapa hal yang aku suka dari sweet pea café adalah tempar parkir luas, pelayan ramah, wifi kencang dan design café yang enak banget buat nongkrong. Eh tempatnya juga bersih banget lho.

Bagian Outdoor Sweet Pea Cafe - DokPri 


Meja bercorak vintage - DokPri 

 
Menuju bangunan utama - DokPri
Sayang, aku ke sweet pea siang hari padahal konon katanya kalau malem, suasana café ini semakin romantis apalagi ada spot untuk live music. Dengan konsep café sebagus ini, tentu banyak spot foto instagramable tapi aku justru gak banyak foto untuk blog disini karena malu, pengunjung sedang banyak dan mau foto-foto dilihatin terus, haha. 

Spot foto instagramable - DokPri    

 
Banyak juga yg foto disini - DokPri      
Replika Dinosaurus di Jatim Park 3 - DokPri

Sejak dibuka pada akhir tahun 2017, jatim park 3 menjadi magnet baru bagi wisatawan apalagi lokasi jatim park 3 paling dekat dari Kota Malang apabila dibandingkan dengan jatim park 1 dan 2. Label wisata mahal sudah melekat sejak opening jatim park 3, mengingat konsep yang ditawarkan adalah bayar per wahana. Harga per wahananya bervariatif, mulai Rp 30.000 sampai Rp 100.000. 

Dino Mall - DokPri
 Meskipun berdomisili di Malang tetapi mengingat harga wahana di jatim park 3 tidak begitu ramah di kantong kami para perantau, kami harus berpikir beribu-ribu kali untuk memutuskan ‘berwisata’ kesana. Aku sempat membaca beberapa artikel yang menjelaskan kalau di jatim park 3 itu ada mall dan itu gratis (yaiyalah mall pasti gratis lah). Aku sudah menyakinkan temenku kalau kita bisa ke Jatim Park 3 dengan sangat murah bahkan gratis kalau tidak parkir kendaraan. Tapi dengan berbagai alasan, temenku tetap menolak untuk ‘maen’ ke Jatim Park 3., baiklah!

Peta Jatim Park 3 - DokPri
Akhirnya kemarin (14 Juli 2018), aku ke Jatim Park 3 untuk membuktikan bahwa hanya dengan membayar parkir Rp 3.000 (sepeda motor) kita bisa menikmati Jatim Park 3, tentunya tanpa masuk ke wahana. Tenang aja meskipun tanpa masuk ke wahana, kita bisa cukup puas kok foto-foto instagramable di Dino Mall. Waktu aku kesana, bertepatan dengan malam minggu dan ada live music nya, epic romantic

Masih Foto Suasana di dalam Dino Mall - DokPri
Jam operasional Dino Mall tertulis 11.00 – 21.00 WIB tetapi ketika aku bertanya pada security katanya sampai jam 11.00 - 22.00 WIB, entahlah siapa yang benar. Di Dino Mall selain kita bisa puas foto-foto cantik, kita juga bisa makan di deretan kedai makanan yang banyak tersedia disini. Soal harga makanan menyesuaikan budget kalian, ada yang murah dan pasti ada juga yang mahal. Disini ada Tong Tji, Aichiro yang sebagaimana kita tahu harganya sangat ramah dikantong jadi rumor yang mengatakan Jatim Park 3 itu mahal tidak benar adanya. 

Pusat Informasi - DokPri
 Nama mallnya saja Dino Mall jadi udah menegaskan banget kalau mall ini berkonsep dinosaurus. Saat kita memasuki mall dari parkiran samping kita akan langsung disuguhi replika besar dinosaurus yang diletakkan tepat ditengah hall yang semi terbuka (spot foto favorit nih, hehe). Kemudian kita bisa menelusuri mall yang langit-langitnya dibuat ber-aksen awan dan kemudian naik ke lantai 2. Di lantai 2 ada beberapa wahana seperti circus magic dan 6D cinema. Saat dilantai 2, aku masih melihat beberapa pekerja sedang loading barang dan sepertinya mereka sedang menyelesaikan wahana baru di jatim park 3, jadi memang jatim park 3 akan terus berkembang dan diperbarui. Disini selain ada Dino Mall, Dino Park, beberapa wahana permainan nantinya juga bakalan ada apartement dan hotel yang sepertinya nanti mempunyai akses langsung ke Dino Mall. 

Funtech Plaza - DokPri              

 
Salah satu wahana di JTP 3 - DokPri



Di lihat dari atas - DokPri
 
Langit-langit beraksen awan - DokPri

Meskipun suasana lebaran sudah lewat tapi gpp lah - DokPri

 
Ada apa di JTP 3? baca banner - DokPri
 
Tampak dari atas - DokPri
 
Tempat selfie gratis - DokPri
 
DokPri

DokPri
 
Snipper Zone - DokPri

 
Dino Mall tampak luar - DokPri
 
Ganti warna lampu - DokPri
 
Tampak Apartement belum jadi - DokPri
Overall, Jatim Park 3 yang lokasinya paling dekat dengan Kota Malang bisa menjadi alternatif berlibur keluarga dan pastinya sangat cocok untuk anak-anak. Rumor tentang mahalnya Jatim Park 3 itu tidak selalu benar dan kalau pun benar itu sangat worth it dengan apa yang kita dapatkan disana. Jadi tujuan aku menulis ini, supaya kita gak mudah percaya dengan “katanya” dan memang sih mahal atau enggak itu sangat relatif. Gimana setelah melihat foto-foto JTP3 jadi pengen kesana gak??